Menjawab sejumlah pertanyaan,

Beragam macam cuaca secara bergantian menemani ku menjalani hari-hari yang terasa biasa saja, setelah aku diberikan amanah yang cukup besar aku menjadi lebih sering mimisan dari biasanya, bahkan bisa 3 kali dalam sehari seperti minum obat, anggap saja itu adalah wujud penolakan dari tubuh ku atas stress yang aku rasa kan beberapa waktu terakhir bahkan hingga saat ini.

Tapi bukan itu yang menjadi highlight di cerita kali ini.

Setelah semua perjalanan yang aku jalani, aku menemukan jawaban atas pertanyaan yang aku simpan dalam hampir 7 tahun berlalu, sungguh aku pun tak lagi pernah memikirkan itu, dan siapa sangka ternyata pertanyaan itu baru terjawab di 7 tahun setelahnya.

Perihal cinta pertama yang bagi banyak orang adalah hal paling membekas, aku akui perasaan jatuh cinta pada cinta pertama tidak pernah ada dua nya. Perasaan itu berbeda, bukan hal yang serius namun ia akan selalu menghantui mu, begitu kata orang-orang.

Dulu, 7 tahun yang lalu aku pernah membayangkan cerita menyenangkan ku dengan cinta pertama ku yang akan bersemi di tahun ini, karna aku tak pernah menemukan jawaban yang tepat atas “kenapa harus berakhir?” saat itu. Tak ada yang salah dihubungan itu, lantas kenapa di selesaikan begitu saja. Pertanyaan itu menghantarkan ku ke dalam keinginan yang tidak berkekuatan.

Aku tak punya alasan untuk menerima penyelesaian, dan aku pun tak punya alasan untuk tetap bersama nya.

Dan malam itu aku mendapatkan jawaban nya, dan aku harus mengakui bahwa memang dalam beberapa cerita lampau terkadang kita menemukan “right person in a wrong timing”, ia sempurna untuk dijadikan kandidat calon suami, beberapa orang pun mengakui bahwa ia idaman nya para wanita, tapi tak lagi dengan ku.

Mungkin ia sempat, tapi bukan diwaktu yang tepat. Tapi tetap saja aku berbahagia karna sekarang ia menjadi teman baik ku, setidaknya aku berteman dengan orang yang tepat. Beberapa orang masih sering mempertanyakan perihal bagaimana perasaan ku terhadapnya setelah sekian lama ia muncul dengan versi terbaiknya. Aku akui ia tumbuh dengan baik, aku pun begitu, aku bertumbuh dengan baik walau ia bukan milikku. Dan, harus kalian sadari juga bahwa terkadang beberapa orang memang diciptakan dan lebih baik untuk menjadi teman saja, 

Dan sejujurnya, dengan sadar aku katakan bahwa yang kini bersama ku, ia juga tak kalah baiknya, walau beberapa orang terdekatku masih sering mengkhawatirkan hubungan ku dengannya, tapi aku yakini bahwa ia adalah pilihan yang tepat untuk saat ini. 

Arus sudah membawa kami sangat jauh hingga aku pun tak terpikir untuk putar haluan.
Doakan saja, semua akan selalu terasa menyenangkan.

Komentar

Postingan Populer