Aku di hari ulang tahunku

 Aku gagal,

Aku gagal untuk tidak menangis di hari ulang tahun ku, aku gagal untuk tidak menjadikan ulang tahun ku sebagai trauma yang menyakitkan, aku gagal untuk tidak membeci hari ini, aku gagal.

Aku gagal untuk tenang dihadapan orang-orang, aku gagal, tuan. Aku menjadi wanita yang paling menyedihkan di hari yang paling aku nantikan, dan mungkin saja menjadi pertanyaan orang-orang kenapa aku menjadi demikian?, sejumlah pertanyaan dari kepala ku muncul memberontak pikiran secara serentak, memaksa ku berteriak karna aku tak menemukan jawaban.

bahagia mana yang akan aku dapatkan? cinta seperti apa yang akan mengganti luka yang selalu terasa amat sakit ini? tepian laut mana yang akan berlapang dada menerima bahagia yang akan aku lewati? dimana? kapan? mengapa aku tidak pantas untuk seseorang? mengapa cinta yang aku ciptakan tak pernah melewati garis ”cukup” yang terbentang?

Siapa yang akan peduli dengan isak tangis yang mengacaukan ku hari ini? hingga aku menangis semalam penuh pun tak akan ada yang tahu, persetan dengan kalimat-kalimat dukungan yang kadang terdengar seperti formalitas. Aku bersusah payah untuk tampak biasa saja, pada akhirnya tangis ku meledak meminta pertolongan.

“Selamat ulang tahun, rania” kalimat itu adalah sakit sekaligus penyembuh, tiap kali kalimat itu dilontarkan dada ku terasa sesak dan mataku menahan tangis yang meluap, ingin berteriak tapi aku tak punya suara.

Komentar

Postingan Populer