Kita buat menyenangkan,
Aku percaya bahwa memang ada pria yang baik tetapi ia masih punya “tapi”. Beberapa orang memang lebih pas jika hanya sebatas melihat, dibanding memaksa membersamai di tengah ketidakcocokan yang hadir, sedikit lebih menjauh ternyata lebih pas menjadi sebuah pilihan.
Beberapa bulan ini aku memikirkan sebnrnya aku berjalan ke arah yang mana, aku belum menemukan jawaban karna sejujurnya aku menikmati suasana yang tercipta, tetapi jika ada yang mengira aku tidak tulus maka itu adalah sebuah salah besar, aku tetap memberikan hati dan cintaku yang tulus hanya saja tidak disertai dengan kepercayaan. Semakin luas volume otak ku bekerja, aku semakin menemukan bahwa menaruh rasa percaya itu sungguh sebuah hal yang mahal.
Aku berbahagia, tapi masih berada di tengah rasa takut. Aku masih meyakini bahwa laki-laki akan selamanya menjadi anak laki-laki, seperti layaknya anak-anak yang suka bermain pada umumnya, dan sepertinya hal semacam itu memang sudah menjadi kebiasaan seorang pria “keren” menurut mereka. Aku menyimpulkan hal ini bukan karna perihal ketidakberuntungan ku yang selalu aku dapatkan, tetapi perihal fakta setelahnya yang selalu aku temukan begitu saja.
Seperti lirik lagu dari Bernadya yang baru saja rilis “Kita buat menyenangkan, walau ku tak tau sampai kapan, selama aku masih bisa”. Hal itu yang akan selalu aku lakukan. Dan dengan cinta ku, aku tak akan mengecewakan siapapun yang memberi cinta nya yang setara denganku.
Komentar
Posting Komentar