Indralaya dan gemuruh september

Langit gelap menaburkan hujan seakan mengajakku menangis riang dibawah nya, merayakan 12 september ku yang ke 20. Tapi apakah aku betul sedang riang?, aku menangis sudah 4 kali hari ini, “seperti minum obat” begitu kata orang-orang. Aku masih terjebak di Perpustakaan bahkan di jam 10 malam ini, karna hujan menahanku, mungkin ia paham jika aku pulang, aku akan menangis sesegukan.

Hari ini ada banyak sekali kabar yang mengajak hati mungil ku menangis sedih, yang paling menyedihkan adalah aku bertemu perempuan mu dengan motormu yang pernah membawaku berbahagia itu, yang pernah membawaku memberikan cinta hangat ku untukmu, pura-pura tidak tahu adalah satu-satunya cara yang bisa aku lakukan walau raga ku penuh dengan sesak.

Ada banyak sekali hal yang aku kejar di menuju 20 ini, berbagai perlombaan, kepanitiaan, hingga pengabdian. Berbagai hal membawa ku menjauh dari rasa sesak, tapi sialnya aku semakin lemah dengan hal-hal sepele yang aku temukan. Satu tahun yang lalu tepatnya aku melewati september terbahagia ku yang tak ku bayangkan akan menjadi september ter menyakitkan di september setelahnya.

Semoga kamu selalu berbahagia dan tidak terluka, di september ku ini aku sisihkan doa ku untuk kamu yang mungkin saja tidak ingat ulang tahunku.


Komentar

Postingan Populer