Bagaimana hari ini?
Sudah mei lagi ternyata,
rasa-rasanya aku merangkum cukup banyak kekacauan dalam memoriku,
aku berhenti mengangkat tanganku untuk bertanya perihal "kenapa ya?", aku mulai mengabaikan semua rasa mencekam yang merajai hidupku dan mulai mencari jalanku yang tertutup itu,
Di bulan mei yang lalu bahagia menghampiri ku, namun berakhir menjadi oktober yang menyakitkan,
sepanjang tahun ini setidaknya aku memahami bahwa memang tidak semua perasaan bisa selamanya konstan, perasaan bukanlah ombak yang maju mundur namun tetap menghampiri pada waktunya, kadang kala perasaan itu bak arus sungai yang juga bisa menemukan dan merasakan hal-hal yang ia lalui dengan jalur alir-nya, kadang ia menemukan tepian yang indah tapi juga kadang menemukan tepian yang kotor dan menjijikan, bukan lah sebuah kejahatan jika tidak sengaja merasakan cinta pada tempat yang tidak layak,
Entropi ku sedang tinggi sekali akhir-akhir ini, semua hal rasa-rasanya sangat tidak terstruktur, hidung ku bahkan mulai berdarah lagi setelah hampir 1 tahun tidak menghampiri, aku belum menemukan bagaimana cara mengatasi hari hari yang keji ini, heran nya aku masih menyempatkan waktu menulis ini di tengah tugas dan projek yang menunggu untuk di kerjakan, sunggu waste of time sekali.
Bermacam-macam nya perasaan yang hadir meramaikan tahun ini cukup melelahkan untuk ku rapikan kembali, sudah sempat rapi tapi mulai berantakan lagi, seringkali aku mencekik tenggorokan yang mencoba berteriak "kalo mau main-main bukan aku tempatnya" atau "aku juga cape ya anjing, stop merasa semua perlakuan mu bisa di maklum in" atau bahkan " aku juga manusia ya anjing, mikir ga sih? emg kau doang yang harus di iya in, hidupku udah cukup sibuk ya, jangan kek anjing" hmm, terdengar sangat bukan rania sekali bukan?, iya kadang menjadi manusia terlalu baik hati dan penurut itu hanya menghantarkanku ke tempat yang menginjakku, orang-orang tidak enakan seperti ku memang menjadi sasaran empuk untuk orang-orang merendahkan dan melempari kepalaku dengan tai, kadang ia berupa teman biasa, sahabat, dan bahkan someone who i love.
Yaa bagaimanapun aku hanyalah manusia seperti pada umumnya,
lalu, bagaimana dengan hari esok, nona?
Komentar
Posting Komentar