Tautan di dalam Lintasan
Di jalan sepi, aku duduk diam menanti,
Melihat bayangmu menari di antara cahaya senja,
Kamu, seperti angin yang berbisik,
Lewat begitu saja, namun jejakmu terasa.
Kau berhenti sejenak, seperti bulan yang ragu,
Di ujung langit yang samar,
Langkahmu berputar, seperti rahasia yang tak terungkap,
Mencari arah yang tak tahu tujuan.
Kata-kata kita telah terhenti,
Tapi tatapan itu, seperti air yang tak pernah kering,
Mencari jalan di balik ribuan batu,
Tak bisa memadamkan api yang masih menyala, meski redup.
Adakah yang kau cari di balik kabut ini,
Atau sekadar ingin menyapa bayanganku dalam diam mu?
Aku tak tahu, tapi hati ini terus bertanya,
Apakah kita hanya dua bintang yang saling melintas,
Atau ada ruang di antara kita yang menunggu untuk dipahami semesta?
Kita telah usai walau tanpa kejelasan,
bab ini sudah seharusnya ditutup untuk selamanya.
Komentar
Posting Komentar