perihal kamu
Pernah ga sih kamu penasaran perihal apa yang bikin aku berisik sekali setelah kamu lepasin? atau kenapa dihubungan yang se-sebentar itu aku menjalani sedih yang berlebih? atau perihal kenapa aku nahan kamu se-berusaha itu padahal kebersamaan kita ga lama selayaknya hubungan yang pantas di pertahankan? kenapa aku sibuk berlarian kesana-kemari mencari pembenaran?
"aposih ran yang di galauin, uwng cuma sebulan", "emang sebulan tuh selamo aposih ran sampe kau harus segilo ini selesai samo dio". Kira-kira begitulah celoteh orang-orang di sekitarku hampir 3 bulan yang lalu, kamu gatau kan ya kalo aku nyobain semua tipe galau yang ada di dunia ini, aku luapin dengan segala gaya galau yang tercipta, dibilang lebay pun aku gapernah peduli, aku benar-benar se berisik itu setelah kamu tinggalkan, tapi apakah kamu bersuara? sialnya engga, aku gila sendirian
Perasaan marah dan tidak terima itu jelas masih ada, tapi aku paham betul aku tak akan dapat penyelesaian apapun dari kamu, beruntungnya aku perlahan sembuh, aku hanya kehilangan arti dari semua cinta yang di ungkapkan banyak orang, dan seperti yang aku bilang di senai sore itu ketika aku berusaha keras menahan mu "aku kehilangan kamu, aku juga kehilangan aku"
Kamu tau ga sih jawaban dari celotehan "sebulan" itu tidak se-sederhana yang di ungkapkan orang-orang, aku menemukan banyak hal menyenangkan yang aku lewati sama kamu, aku kembali menemukan perasaan untuk menghargai diri setelah dengar ungkapan kamu "ran kamu itu berharga kaya berlian" di danau tempat pertama kali aku memutuskan untuk jatuh cinta sama kamu, kamu satu-satunya yang memperhatikan perihal apa yang aku suka dan apa yang aku tidak suka, kamu satu-satunya yang bersedia membagi bahagiamu denganku, kamu satu-satunya yang dengerin semua cerita ku seakan kamu ingin masuk ke cerita ku itu, kamu selalu pasang telinga dengan semua ceritaku sekalipun itu cerita yang tidak ingin kamu dengar, yang tidak kamu ketahui adalah aku sangat suka bercerita tapi aku seringkali tak didengar lalu aku menjadi diam, saat itu aku percaya betul bahwa kamu tak akan menghakimi ku itulah sebabnya aku cerita tanpa saring, aku benar-benar selepas itu ketika bercerita tentang apapun denganmu, yang tidak aku ketahui adalah ternyata tidak semua ceritaku membuat kamu nyaman.
Tak peduli se banyak apa aku coba nahan kamu, kamu tetap maunya pergi,
aku ingat betul, kamu selalu pesenin aku ayam paha atas sejak aku bilang kalo aku lebih suka bagian ayam paha atas, kamu selalu pesenin aku es jeruk sejak aku bilang kalo aku lebih suka es jeruk dibanding es teh, kamu selalu ajak aku ke kedai sate sejak aku bilang makanan favorit aku adalah sate, dan kamu pesenin sate sama mba nya minta banyakin kulit ayam sejak aku bilang aku suka bagian sate kulit, kamu kasih aku hasil coretan gambar yang kamu bikin buat aku walaupun sederhana tapi aku suka, kamu ngasih aku freshcare karna aku sering ngeluh sakit kepala padahal itu penyakit yang memang selalu terjadi sejak aku SMA, kamu rela ga tidur demi bisa anterin aku pagi-pagi, selalu sedia jemput aku tanpa aku minta, kamu rela bawain aku nasi padang ayam kecap di rumah makan yang berlawanan arah dengan arah kontrakan karna aku pernah bilang kalau itu rumah makan dan menu favorit ku, kamu selalu sempetin anterin mixue setiap kamu ngerasa ga punya banyak waktu untuk aku, dan banyak lagi hal-hal kecil yang cuma aku dapet dari kamu,
dan saat itu aku mulai paham bagaimana rasanya dicintai, kamu terlihat sangat tulus saat itu karna tak ada yang mengenalku sebagai rania yang punya banyak kerumitan dalam kebahagiaan nya selayaknya matamu yang begitu mengenalku, seperti untuk sesimple makanan dan tempat favorit dalam hidupnya, aku tak pernah berkesempatan mengenalkan apa yang aku suka dan apa yang aku tidak suka, sama kamu aku justru membicarakan nya tanpa satupun keraguan, dan sama kamu aku jadi tau apa yang menjadi kesukaan ku, pun akhirnya aku menemukan bahwa ternyata satu-satunya yang menjadi kesukaan ku saat itu adalah semua hal yang aku laluin sama kamu.
Pun aku mengingat betul, kamu selalu beliin aku thai tea botol di indomaret sejak aku bilang aku suka minuman botol itu, bahkan sampai dihari perpisahan itu kamu masih bisa kasih itu, dan pada hari ini membuat minuman itu menjadi hal yang paling aku hindari, iya kamu membuatku menghindari semua hal yang paling aku gemari, hanya karna aku tak ingin bertemu rasa sedih.
Aku masih mengenal kamu sampai dihari kamu memutuskan untuk berubah berkebalikan, andai kamu tau patah hati yang aku alami di hari itu sangat menyakitkan, aku kehilangan kamu yang sedari awal kamu perkenalkan, dan dihari kamu memilih untuk melepasku saat itu aku tak lagi mengenalmu, sosok dihari itu tak akan aku kenang dalam memoriku karna sungguh aku bersumpah itu sangat menyakitkan.
Semua memori menyenangkan yang kita buat ternyata tidak cukup untuk menjadi alasan kamu tetap disini bersamaku, kamu melepasku tanpa satupun keraguan terlintas di benakmu.
Walaupun begitu, aku mengerti pernyataan terakhirmu saat berusaha keras melepas genggamanku yang menahan mu, ya memang benar aku tidak cukup baik untuk kamu dengan versi terbaikmu, aku tidak layak membersamai pria dengan sikap yang sempurna, dan wajar sekali jika kamu berubah menjadi tidak baik karna lawanmu adalah aku yang jauh dari kata baik.
Komentar
Posting Komentar