lalu apa harapan setelahnya?

366/366 hari di 2024 dilalui dengan baik, "lalu apa harapan setelahnya?" kira-kira begitulah ungkapan sebagian besar manusia pada dunia, tuhan dan alam semesta. Tak ayal  masih banyak yang ragu perihal apa yang mereka harapkan untuk dirinya, termasuk aku.

Aku selalu kehilangan setiap kali aku menemukan harapan, adegan meringkih yang selalu dihadirkan membuatku tak ingin lagi menerbangkan harapan. Aku tau tuhan akan selalu membersamaiku, dan perihal kehidupan ku sepenuhnya kujalani dengan tuhanku. Kuharap kau pun begitu, tuan.

Sesekali aku mempertanyakan "kok segini nya ya?" "emang aku pantes dipelakukan gini?" "aku ngelakuin yang terbaik, tapi kok segini sakitnya ya?" "why i am deserve it?" ketika jiwa pergi setelah menyakiti. Bohong sekali kalau aku bilang aku tidak peduli akan setiap sakit yang aku alami, pada kenyataan nya aku benar-benar berusaha keras menemukan jiwaku yang ditebas habis oleh harapan, lalu bagaimana aku akan bisa menjalani hari selanjutnya?

Tuan, sangat menyenangkan menyaksikan setiap jiwa yang memberiku luka menikmati cinta dengan perempuan nya penuh dengan bahagia di sekitarnya, sedangkan aku harus terus berjuang menyembuhkan jiwaku yang terluka. Sangat menyenangkan menyaksikan mu menjalani harimu seperti biasa bahkan tampak lebih bahagia setelah menggoresi ku luka parah, sedangkan aku melonglong bak orang gila yang kehilangan arah nya. Apa yang kau dapatkan setelah menciptakan cerita untukku yang se-demekian rupa, tuan?

Aku merengek pada semesta mempertanyakan kenapa aku harus mendapatkan bagian terburuk dalam hidup  setiap jiwa yang datang padaku? apakah aku menjadi bahan pertimbangan orang-orang itu untuk bertobat setelahnya? sangat menyakitkan jika aku terus berpikir tentang bagaimana dunia jarang sekali berpihak pada cinta yang dengan sepenuh hati aku ciptakan.

Entah perasaan senang atau sedih yang paling tepat untuk di situasi seperti aku tersenyum sakit ketika menyaksikan mu menjadi lelaki yang lebih baik untuk perempuan mu setelah memperlakukan aku dengan perlakuan yang tidak layak.

Semoga di hari selanjutnya, tuhan mempertimbangkan reward yang setimpal dengan luka yang selalu aku terima.


Komentar

Postingan Populer