Tanpa Jawabmu
Tak terelakkan seberapa lama aku men-duka walau sebetulnya tidak seharusnya aku disana, ini kesekian kalinya aku menyadari bahwa kamu betul-betul menghapusku dalam semua jejak hidupmu, sialnya fase ter-menyedihkan ini harus terus aku jalani, entah sampai kapan bisa berakhir.
Tidakkah kau bersimpati sekali saja kepada hati yang merintih lirih setiap kali me-relapse adegan jiwa mu berlari pergi, tidak peduli bagaimana kamu membuang ku sesuka hatimu tapi kamu tetap selalu akan menang melawan semua perasaan tidak terima yang tumbuh dalam raga ku,
aku sungguh membenci mu, tapi denganmu aku justru melewati jatuh cinta terdalam ku, terekam jelas dikepalaku bagaimana kamu memperlakukan aku dengan begitu menyedihkan setelah mengajakku menemui titik balik bahagia ku,
"kamu jahat" kalimat pertama yang terbesit setiap kali aku kembali pada masa saat kamu menghakimi, tapi lagi-lagi aku menyakini "orang tuh nyakitin bukan berarti jahat, tapi krna dia manusia"
kamu beruntung, krna sampai hari ini kamu masih penyebab aku menunggu jawabmu.
Komentar
Posting Komentar