Indralaya dengan rintikan rindunya,
tuan,
hari ini sang langit menghadirkan dingin yang dikirimkan hujan, kau tau betul betapa aku mencintai hujan, tapi setelah kau memilih meng-akhiri, ia memberiku banyak kesempatan untuk lagi-lagi mengingat tentang kita, dan kau tau tuanku? hari ini kegiatanku sangat penuh dengan projek tugas mata kuliah, pulang jam 10 malam dengan keadaan mata sayu yang kehilangan semangatnya, aku kehilangan alasan untuk pulang secepatnya, aku selalu menunda-nunda waktu pulang hanya demi tak lagi mengingat luka yang kau goreskan,
tapi tuan,
nyatanya se melelahkan apapun hariku, mengingat tentangmu tetap menjadi agenda tetapku, melihatmu dalam setiap lamunku juga cukup menyiksaku, sudah begitu lelah rasanya menuliskan banyak puisi menyedihkan yang bahkan dengan sengaja aku tunjukkan ke khalayak ramai demi tidak menjadi gila, namun tak ada yang bisa membuatku merasa lebih baik dari sebelumnya,
jika kau bertanya mengapa demikian, karena aku tak tau apalagi yang bisa aku usahakan, menahanmu sebulan yang lalu adalah langkah ter gegabah yang pernah aku lakukan, memaksamu melihat sedikit saja cintaku itu juga jalan yang salah, walau aku akhirnya memilih melihatmu berjalan menjauh dariku, tapi rasanya itu pun bukan langkah yang betul-betul ampuh,
apalagi yang bisa aku usahakan jika bukan aku yang kamu inginkan, tuanku?.
Komentar
Posting Komentar